3 Hari diet Sayur dan Buah

Apakah anda ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal atau ingin membuat tubuh anda terasa lebih ringan? Hampir setiap saat tubuh manusia terpapar oleh racun, baik itu racun yang berasal dari luar maupun racun yang berasal dari dalam. Paparan zat racun tersebut memiliki andil besar di dalam pola makan.

Setiap makanan yang masuk pasti memiliki residu, baik itu dari bahan makanan atau proses metabolisme. Meskipun tak langsung berpengaruh pada tubuh, tetapi racun yang menumpuk dalam tubuh akan berbahaya juga.

diet sayur dan buah

Hidup sehat dan bebas penyakit dengan diet toksin menjadi langkah penting untuk setiap orang. Seperti halnya pada kasus sebut saja Mawar (usia 40 tahun). Perempuan yang menjadi karyawan swasta ini perlu menjaga tubuhnya terutama jantung, agar tetap sehat.

Ia harus menjaga tubuhnya karena dia pernah operasi jantung karena ada kebocoran pembuluh darah di jantung. Peristiwa itu menyebakan dia harus lebih berhati-hati di dalam mengonsumsi makanan dan minuman serta mengatur gaya hidupnya.

Mawar tahu masalah pada jantung ketika ia ma mencabut gigi. Dokter meminta untuk check up dan ketahuan ada kelainan pada pembuluh darah pada jantung.

Tak pelak, mawar harus menjalani operasi jantung. Selain dibersihkan, ada pembuluh darah yang bocor sehingga mau tidak mau harus dipasang ring pada jantungnya.

Baca juga:  Tips Menjalani Diet Yang Sehat

Sejak operasi jantung, mawar harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang tak berbahaya bagi tubuhnya. Setelah hampir dua tahun sejak operasi, mawar berpikir tubuh pasti memiliki racun yang jika terakumulasi maka akan berbahaya bagi tubuh, termasuk jantung.

Maka dari itu, mawar mulai rajin diet hanya dengan makan sayur sayuran dan buah. Diet itu memang berat. Makanya mawar melakukan diet tersebut secara bertahap. Untuk awalnya dia hanya diet tiga hari saja, setelah terbiasa dia melakukan diet selama tujuh hari.

Diet toksin adalah proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh. Tacun itu bisa terbentuk karena penumpukan zat berbahaya, setelah mengonsumsi makanan yang ada pengawet, pewarna dan pemanis buatan.

Oleh karena itu, makanan seperti itu memang tidak bisa dihindari. Makanya, toksin dalam tubuh harus dikeluarkan lewat diet.

Pada diet toksin, orang hanya mengonsumsi sayur dan buah-buahan saja. Diet ini sebenanrnya cocok untuk diterapkan pada remaja hingga dewasa berusia 50 tahunan.

Cek riwayat kesehatan

Jika dilihat dari riwayat sakit, maka orang yang menderita jantung, hipertensi dan kolesterol tinggi sangat cocok menerapkan diet ini. Selain racun di dalam tubuh menjadi bersih, berat badan pun ikut turun.

Akan tetapi sebelum diet harus dilihat dulu riwayat kesehatannya. Yang berbahaya adalah penderita liver dan gagal ginjal, karena ada batasan konsumsi kalium.

Diet toksin bisa dilakukan selama 3 hari, tujuh hari, 14 hari atau 40 hari berturut turut. Pada diet ini, makanan yang bisa dikonsumsi adalah semua jenis sayuran yang diambil daun dan hampir semua jenis buah.

Beberapa jenis sayuran itu seperti kangkung, bayam, dan brokoli. Untuk jenis buah yang dapat dikonsumsi sepeti apel, mangga, pisang, nanas dan stroberi. Kalau jenis karbohidrat seperti kentang memang tidak boleh. Begitu juga dengan buah seperti durian juga dilarang karena kandungan alkoh0l dan gula di dalamnya.

Baca juga:  Diet Makanan Sehat dengan Sayur dan Buah

Jika orang melakukan diet selama tujuh hari dan lebih, maka pada hari yang keempat, pelaku diet bisa mengonsumsi daging yang rendah lemak, seperti ikan kakap, ikan sarden, ikan tuna, daging tanpa lemak, dan juga ayam tanpa kulit. Hal ini untuk menyeimbangkan kebutuhan nutrisi pada tubuhm.

Kalau hal ini dijalani, maka badan akan terasa lebih enak dan ringan, serta kulit akan menjadi lebih bersih.

Gelontor dengan air putih

Menjalani diet toksin ini ternyata tidak hanya mengonsumsi buah dan sayur saja. Pelaku diet juga harus menggelontor tubuhnya dengan cara meminum air putih sebanyak tiga liter setiap hari.

Kebutuhan air sangat penting untuk menghilangkan racun di dalam tubuh. Jika normalnya konsumsi air putih itu dua liter setiap hari, maka untuk pelaku diet toksin perlu ditingkatkan lagi yaitu mencapai tiga liter.

Kebutuhan tiga liter per hari itu setara dengan 12 gelas sehari. Untuk mengonsumsi air putih, alangkah baiknya jika diawali dengan minum segelas air hangat di pagi hari.

Selain air putih, pelaku diet tidak boleh mengonsumsi jenis air minum lainnya, seperti sirop atau susu. Pengaruh kadar gula dan protein membuat diet ini menjadi tidak berguna. Khusus susu, boleh mengonsumsi susu yang rendah lemak. Tetapi masih lebih baik air putih untuk dikonsumsi selama menjalani diet toksin ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *