Alergi – jangan sepelekan!

Biarpun sering dianggap ringan dan tidak berbahaya, dampak alergi terhadap kehidupan dan emosi seseorang ternyata besar juga. Nah, griyagubar pada edisi kali akan mengupas tuntas tentang apakah itu alergi, kenapa sering alergi, macam-macam alergi, penyakit akibat alergi dan apakah alergi bisa sembuh. Semoga artikel di bawah ini bermanfaat bagi kita semua.

Apa itu alergi?

Alergi adalah reaksi tubuh yang abnormal terhadap suatu bahan atau zat asing, atau kondisi-kondisi tertentu. Reaksi alergi terjadi karena hipersensivitas atau kepekaan yang berlebihan terhadap bahan asing penyebab alergi atau biasa disebut sebagai alergen.

penyebab alergi

Alergen dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara. Diantaranya lewat hidung atau pernapasan, seperti debu rumah atau serbuk bunga, melalui makanan, minuman atau obat yang dimakan, lewat suntikan obat-obatan tertentu seperti penisilin; melalui sengatan binatang; atau lewat kontak langsung dengan kulit seperti perhiasan, salep antibiotik, plester atau produk kosmetika. Bulu binatang, jamur, bakteri, dan virus, bahan kimia, asap rokok, udara dingin dan perubahan cuaca juga bisa menyebabkan reaksi alergi.

Reaksi alergi bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi sampai dengan orang dewasa. Biasanya anak kecil lebih banyak mengalami reaksi alergi, terutama alergi makanan. Alergi biasa terjadi pada kulit, saluran pencernaan, saluran pernapasan maupun sistem sirkulasi.

Alergi diturunkan secara genetis. Di dalam tubuh, terdapat gen yang mengatur reaksi terhadap benda asing. Tapi biarpun gen alergi bersifat menahun, seseorang yang membawa gen tersebut, belum tentu akan mengalami reaksi alregi karena kemunculannya memerlukan faktor pemicu yakni alergen.

Kenapa terserang alergi?

Pada dasarnya, tubuh memiliki kemampuan untuk bertahan dari serangan penyakit. Pertahanan tubuh itu sendiri ada berlapis-lapis, yang pertama adalah pertahanan fisik mekanis yang meliputi kulit, selaput lendir dan saluran nafas. Batuk maupun bersin sebenarnya berfungsi untuk mencegah kuman patogen masuk ke dalam tubuh. Makanya, kalau kulit luka atau selaput lendir terganggu, mempertinggi risiko terkena infeksi bisa meningkat.

Pertahanan yang kedua adalah pertahanan biokimia, yaitu bahan-bahan yang dihasilkan oleh saluran nafas, kelenjar kulit, telinga, termasuk bahan yang terkandung dalam spermα, asam hidroklorik dalam cairan lambung, lisosim dalam keringat, ludah, air mata dan air susu yang punya peran penting sekali dalam mempertahankan tubuh dari serangan kuman. Selanjutnya adalah pertahanan humoral yang memantu proses destruksi bakteri dan pertahanan selular, yaitu pertahanan yang dilakukan oleh sel-sel tubuh (natural killer cell).

Baca juga: Diet Detoks, Baik atau Buruk ? Temukan Jawabannya Disini

Pada saat alergen masuk ke dalam tubuh seseorang yang memiliki gen alergi, maka sel-sel tubuh akan akan memicu terbentuknya zat anti. Bila hal ini terjadi berulang kali, jumlah zat anti yang ada di dalam tubuh akan bertambah tinggi hingga mencapai batas tertentu yang akan menimbulkan peradangan kronis dan dapat mengakibatkan kerusakan jaringan. Saat itu, zat anti beraksi terhadap alergen yang masuk, yang disebut dengan reaksi alergi. Reaksi alergi dapat terjadi di berbagai tempat dan menyebabkan berbagai gejala penyakit. Mulai dari batuk, bersin, pilek, gatal-gatal, asma, kram perut, diare, sampai penurunan tekanan darah.

Macam-macam alergi umum

1. Alergi makanan

Alergi makanan atau hipersensitivitas makanan dapat terjadi akibat masuknya alergen yang terdapat pada makanan atau bahan tambahan pada makanan lewat saluran pencernaan. Alergi makanan biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak dan semakin menurun seiring dengan bertambahnya umur.

Reaksi alergi makanan umumnya timbul antara 15 menit sampai dua jam sesudah makanan tersebut dikonsumsi. Gejalanya, antara lain: gatal-gatal pada bibir dan seputar mulut, mual, muntah, perut kejang, kembung dan diare. Selain itu, alergi makanan juga bisa menimbulkan gejala pada kulit seperti eksim dan gangguan saluran pernapasan seperti sesak nafas.

Timbulnya gejala alergi makanan sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu:

– Derajat sensitivitas penderita terhadap makanan tertentu.

Bila penderita alergi tidak begitu sensitif, reaksi tidak selalu timbul kecual jika dia mengonsumsi makanan (yang menyebabkan alergi) dalam jumlah yang lumayan banyak. Ada juga makanan tertentu yang sensitif bagi seseorang, tapi bila dikonsumsi bersama makanan lain, tidak akan berakibat apa-apa.

– Adanya bahan-bahan tambahan pada makanan

Beberapa bahan makanan bisa terkontaminasi oleh bahan yang dapat menimbulkan alergi, seperti bakteri, atau zat aditif. Susu hewan bisa saja terkontaminasi penisilin melalui obat yang diberikan pada hewan tersebut. Monosodium glutamat dalam jumlah yang cukup besar dapat menimbulkan Chinese Restaurant Syndrome dengan gejala rasa terbakar, kemerahan nyeri pada muka dan dada serta sakit kepala yang muncul 20 menit setelah makan. Bahkan, menurut suatu penelitian di Amerika Serikat, pewarna makanan yang diekstrak dari serangga kering dan banyak digunakan pada sari buah, permen, dan yoghurt dapat menyebabkan reaksi alergi yang bisa mematikan!

– Keadaan protein makanan

Beberapa jenis makanan mengandung zat-zat tertentu yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Contohnya protein. Pada proses pengolahan makanan, protein dapat berubah karena bereaksi terhadap panas atau zat-zat yang dikandung oleh bahan makanan tambahan. Oleh karena itu, sebaian orang tidak tahan terhadap makanan yang masih mentah atau setengah matang. Alergi pada udang atau makanan laut bisa disebabkan karena protein yang terdapat di dalamnya sulit dihilangkan dengan cara pengolahan yang standar.

2. Alergi obat

Penggunaan obat yang awalnya digunakan untuk mengatasi penyakit ternyata justru dapat menyebabkan reaksi alergi tertentu yang biasa disebut dengan istilah reaksi adversi. Di samping dapat menimbulkan gejala seperti gatal-gatal dan kemerahan di kulit, efek mengantuk, sesak nafas, demam maupun kejang perut, alergi obat juga bisa menimbulkan kelainan (luka-luka) di selaput lendir seperti mulut, hidung, mata, dan alat kel*min. Yang lebih parah, alergi obat bisa menyebabkan pingsan, penurunan tekanan darah atau hipotensi serta jantung berdebar-debar. Bila penderita memiliki penyakit lain seperti penyakit jantung, maka reaksi alergi bisa menimbulkan komplikasi yang bila tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kematian!

Baca juga: STEM CELL: Pengobatan Segala Macam Penyakit

Cara mencegah alergi obat tentunya adalah dengan minum obat hanya bila perlu. Obat-obat yang dijual bebas di pasar seperti obat penghilang demam, flu dan nyeri, tetap berpotensi menimbulkan alergi. Lebih baik lagi bila sebelum menggunakan jenis obat-obatan tertentu, kita berkonsultasi dengan dokter. Hindari juga penggunaan obat secara suntikan jika memungkinkan. Soalnya. Reaksi alergi obat lewat suntikan lebih cepat bila dibandingkan dengan obat yang diminum secara orαl.

3. Alergi binatang peliharaan

Sadar atau tidak, ternyata hewan peliharaan bisa menjadi penyebab alergi di rumah kita. Bahkan tidak jarang kalau jenis alergi ini justru dapat memperberat jenis alergi lainnya. Alergen pada binatang ini terdapat pada air liur, air seni, serum darah, sisik, kulit, dan tinja, barang-barang yang biasa dipakai seperti selimut, tempat tidur, sofa, atau menyebar melalui udara. Kucing menimbulkan alergi melalui bulu-bulunya yang sering tertinggal di pakaian atau sofa.

Alergi pada binatang atau bahan asal binatang seperti kulit hewan, serangga kecil, jamur bakteri dapat menimbulkan gejala berupa keluhan pada hidung yang disusul dengan gejala saluran nafas atau asma.

Cara terbaik untuk mengatasi alergi ini adalah dengan sebisa mungkin menghindari binatang yang bersangkutan. Misalnya dengan tidur terpisah atau tidak membiarkan hewan tersebut tinggal di dalam rumah. Selain rajin membersihkan tempat-tempat yang sering disinggahi oleh hewan peliharaan anda, mandikan juga hewan anda secara teratur paling tidak seminggu sekali.

Penyakit akibat alergi

Alergi dapat memicu berbagai macam penyakit pada tubuh.  Meski hampir seluruh bagian tubuh dapat terserang alergi, tapi sebagian besar penderita alergi mengalami keluhan pada alat-alat pernafasan dan kulit. Apa saja, sih, penyakit yang biasanya menyerang bagian tubuh tersebut?

1. Seputar pernafasan

Alat-alat pernafasan paling sering menjadi “sasaran” alergi. Penyakit yang timbul di antaranya adalah pilek alergi (rhinitis alergik), bronkitis, asma maupun pneumonitas hipersensivitas.

Alergi sering menyerang daerah hidung. Biasanya gejala alergi ini timbuk akibat debu di rumah, binatang, makanan atau minuman. Gejalanya berupa hidung berair, bersin (terutama di pagi dan malam hari), hidung tersumbat, mendengkur, dan batuk-batuk.

Bronkhitis dan asma bisa diakibatkan oleh penyempitan saluran nafas dan produksi lendir yang berlebihan. Gejalanya berupa batuk-batuk yang tidak juga sembuh dan sering kambuh ditambah dengan dahak yang kental, frekuensi nafas menjadi cepat dan terengah-engah, sesak dan nyeri pada dada.

Hati-hati……… debu organik berupa jamur atau bakteri yang disebarkan melalui pendingin ruangan (AC) dapat menyebabkan pneumonitas hipersensitivitas yang merupakan serangan alergi pada jaringan paru. Gejalanya berupa demam menggigil, batuk, sesak dan nyeri dada.

2. Seputar kulit

Kulit adalah bagian tubuh yang juga sering terkena akibat dari reaksi alergi. Di antaranya adalah urtikaria (biduran) dan dermatitis atopik (penyakit kulit alergik), sererti eksim.

Biduran dan penyakit kulit alergik seperti eksim dapat disebabkan oleh makanan, obat, udara dingin atau panas, tekanan pada tubuh (ikat pinggang, tali brα), perhiasan, kosmetik, lateks, parfum, debu rumah, dan juga stres! Stres juga bisa membuat biduran yang diakibatkan oleh hal lain juga bertambah parah.

Gajala yang umum terjadi adalah gatal-gatal dan munculnya merah-merah pada kulit serta benjolan. Warna merah pada benjolan diakibatkan oleh keluarnya cairan tubuh dari pembuluh darah kapiler dan peradangan pada sel-sel.

Tes alergi

Kebanyakan orang tahu kalau dirinya terserang alergi, tapi tidak tahu apa yang menimbulkannya. Padahal, mengetahui apa yang menyebabkan reaksi alergi, penting banget! Karena dengan demikian, pencegahan dapat dilakukan.

Untuk mengetahui apa yang menimbulkan reaksi alergi, dapat dilakukan prosedur diagnosa dan beberapa tes sesuai kebutuhan maupun penderita. Pertama, yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang penderita (data diri, riwayat penyakit, lingkungan kerja/tempat tinggal, riwayat alergi keluarga, dan sebagainya). Baru setelah itu dapat dilakukan pemeriksaan fisis pada mata, kulit, telinga, hidung, mulut, dada, dan tekanan darah; pemeriksaan laboraturium melalui tes darah; tes kulit; maupun tes provokasi.

Pada tes kulit, berbagai jenis ekstrak alergen diteteskan pada kulit da dilakukan tusukan dangkal dengan jarum melalui ekstrak tersebut. Setelah 20 menit, baru bisa dilihat hasilnya. Kalau ekstrak tersebut menimbulkan bentol pada kulit, berarti ekstrak yang ditusukkan berpotensi untuk menjadi alergen. Sedangkan tes provokasi dilakukan dengan cara memberikan alergen secara langsung pada penderita sehingga menimbulkan gejala.

Bisa sembuh, nggak?

Untuk mencegah alergi, jalan terbaik yang harus dilakukan adalah menghindari penyebabnya. Kalau anda alergi pada debu, usahakan agar rumah anda rajin dibersihkan dan hindari penggunaan barang-barang yang dapat mengumpulkan debu, seperti karpet. Penderita alergi sebaiknya juga menghindari perubahan cuaca dan  emosi yang berlebihan, karena emosi bisa mempengaruhi kekebalan tubuh.

Mencegah timbulnya reaksi alergi juga dapat dilakukan melalui pemberian obat antihistamin sebelum reaksi alergi terjadi. Antihistamin berfungsi untuk menghambat kerja histamin – senyawa yang dilepaskan tubuh setelah mengalami sensitisasi – yang dianggap sebagai mediator reaksi alergi.

Tapi, hati-hati…..meski bisa menghilangkan gejala seperti bersin, pilek atau gatal-gatal, ternyata antihistamin juga mempunyai efek negatif. Antara lain menimbulkan gangguan kinerja psikomotor, kembung, mual, diare dan penurunan sel darah putih. Antihistamin juga berisiko tinggi bila digunakan oleh penderita yang mengalami pembesaran prostat atau memiliki glaukoma.

Cara pengobatan alergi yang lain disebut desensitasi, yaitu pemberian alergen pada penderita secara sedikit demi sedikit, sehingga tubuh mempunyai toleransi terhadap bahan yang menimbulkan alergi. Tujuan dari desensitasi adalah untuk meningkatkan toleransi tubuh. Tapi biasanya, begitu desensitasi berhenti, lama kelamaan tubuh bakal mejadi sensitif lagi.

Pada dasarnya, reaksi atau penyakit yang ditimbulkan oleh alergi, dapat disembuhkan, tapi hipersensitivitas penderita akan tetap sama. Dengan kata lain, alergi tidak dapat dihilangkan. Jadi bila terkena alergen, reaksi alergi bisa muncul kembali.

Rangkuman: Banyak orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap zat, bahan atau kondisi tertentu, seperti protein, bulu, air liur dan air seni hewan; makanan atau minuman seperti susu, cokelat, telur atau makanan; lateks (bahan yang biasa digunakan untuk sarung tangan); bahan-bahan kimia, seperti bahan dasar cat dan plastik; logam seperti platina yang banyak digunakan untuk perhiasan; bahan-bahan dari tanaman seperti debu kayu; debu organik berupa jamur;  kondisi cuaca seperti udara dingin; dan masih banyak lagi. Yang jelas, semakin banyak zat-zat atau bahan baru yang ditemukan, semakin bertambah pula deretan bahan penyebab alergi. Semoga artikel ini bermanfaat sebagai bahan referensi dan pengetahuan kita semua tentang alergi. Salam sehat!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *