Awas Bahaya Cahaya Biru Ketika Main Ponsel Sebelum Tidur

Tanpa gadget mati gaya. Pisah sedikit saja sulit. Tidak memagang rasanya ada yang kurang. Bahkan, banyak yang karena kecanduan smartphone hingga sebelum tidur sempat mengecek smartphine walau tidak ada tujuan tertentu dan dalam keadaan gelap. Nah, inilah yang patut diwaspadai. Tahukah anda akan bahaya paparan cahaya ponsel terhadap kesehatan terutama pada mata. Griyabugar akan mengupas tuntas bahaya cahaya biru ketika main ponsel sebelum tidur.

Bermain gadget sambil tiduran memang terlihat sangat mengasyikkan dan membuat betah. Akan tetapi, ternyata ada bahaya yang mengancam. Bahkan dari sebuah penelitian di Loughborough University, penggunaan gadget sampai 1 jam sebelum tidur membuat kualitas tidur akan langsung menurun.

Source: en.wikipedia.org

Source: en.wikipedia.org

Sejumlah penelitian menegaskan, paparan sinar lampu buatan mengganggu irama sirkadian tubuh dan pada akhirnya mengganggu jam kerja tubuh. Dalam jangka panjang, itu menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung, stroke dan kanker.

Sinar lampu buatan yang sering dipakai sekarang dapat memancarkan cahaya biru ke otak. Hal ini akan memicu peningkatan produksi melatonin di otak. Sedangkan melatonin ini akan menyebabkan seseorang merasa lebih sulit tidur. Paparan sinar berwarna biru  juga dapat merangsang hipotalamus di otak serta retina mata yang akan mengontrol jam efektif tubuh manusia untuk tidur dan juga beraktivitas.

Sinyal cahaya berwarna biru yang telah dikirim berasal dari lampu buatan ini akan mempengaruhi temperatur tubuh dan fungsi tubuh yang lain. Sekali area ini menerima sinyal dari mata kalau sudah mulai gelap, maka melatonin akan diproduksi dari kelenjar di otak dan juga akan ‘memerintahkan’ tubuh untuk istirahat. Demikian pula sebaliknya saat siang.

Baca juga: 6 Cara Diet Yang Sehat Bagi Remaja

Masalah yang akan muncul adalah di saat malam hari, karena lampu yang menerangi akan ‘menipu’ mata anda dan akibatnya jam tubuh akan terganggu.  Tahukah anda bahwa lampu terang saat waktu tidur akan menekan produksi melatonin. Akibatnya, jam tidur akan tertunda dan mempengaruhi jam tubuh, ‘ kata Jim Horne, peneliti dari Loughborough University.

Source: pixabay.com

Source: pixabay.com

Gangguan Mata

Dalam jangka panjang kesehatan akan menurun dan yang muncul adalah penyakit. Bukan hanya itu saja, kualitas otak akan berkurang untuk mengingat sesuatu. Selain itu, layar ponsel yang memiliki daya cahaya, khususnya cahaya dengan warna biru akan membuat mata bagaikan melihat cahaya yang terang di siang hari.

Pada layar ponsel yang mempunyai cahaya biru akan membuat mata bagaikan melihat cahaya pada siang hari. Selain kualitas tidur buruk, lala kelamaan retina akan melemah dan yang terjadi adalah gangguan pada mata.

Apabila keterusan melakukan hal itu, maka akan berakibat buruk bagi tubuh, sehingga bisa mengalami kurangnya waktu istirahat pada saat malam hari, susah untuk tidur, kurangnya pembersihan tubuh terhadap racun, sehingga dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Akibatnya lama kelamaan mata akan menjadi katarak.

Bahkan situs Womens Health melansir berita, seorang wanita telah menjadi buta sementara. Hal ini dikarenakan beberapa saat menggunakan ponsel di kamar yang gelap sebelum dia tidur. Sebuah studi kasus baru yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, cahaya terang dari ponsel dapat menyebabkan penglihatan menjadi buta. Setidaknya hal ini untuk sementara saja.

Source: pixabay.com

Source: pixabay.com

Dalam satu kasus, wanita 22 tahun itu mengalami kehilangan penglihatan di mata sebelah kanan setelah menggunakan ponsel dalam waktu yang lama di waktu malam hari. Dokter mata yang memeriksa wanita ini tidak tahu apa yang menyebabkan kebutaan sementara. Kemudian, dalam kasus kedua, seorang 40 tahun dilapirkan karena kehilangan penglihatan di salah satu mata selama sekitar 15 menit setiap pagi setelah dia bangun.

Baca juga: Cantik dan Sehat Berkat Liur Walet

Peneliran di The New England Journal of Medicine memberi penjelasan, ketika berbaring di tempat sambil melihat gadget, si pengguna sering hanya melihat dengan satu mata, sementara yang lain terpejam di atas bantal. Hal itu menyebabkan ‘photopigment bleacing’ di mata yang menyesuaikan dengan cahaya terang laya, sementera mata yang lain beradaptasi dengan suasanya gelap.

Jadi mari kurangi menggunakan ponsel sebelum tidur. Matikan ponsel atau jauhkan dari jangkauan tangan dan dari kasur untuk mencegah keisengan mengecek sebelum tidur.

Kesimpulan: Tak hanya sekedar alat komunikasi, ponsel pintar atau smartphone menjadi alat untuk mendukung gaya hidup masyarakat modern. Hampir di setiap kwartal beberapa perusahan teknologi  merilis ponsel baru yang membuat pemiliknya aktif di media sosial. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang pesat, ketergantungan ponsel menjadi semakin tinggi. Tak jarang, waktu menjelang tidur digunakan netizen untuk menggugah status dan foto, hal ini yang berdampak tidak baik terhadap kesehatan dan mata. Karena sinyal cahaya biru yang dipancarkan oleh ponsel atau smartphone tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *