Gangguan Pencernaan ? Jangan Dianggap Enteng

Banyak sekali keluhan pada bagian pencernaan, dari keluhan ringan sampai berat. Kembung, maag, diare, bahkan sampai radang usu buntu. Anda dapat membaca secara jelas tentang gangguan pencernaan tersebut dan sekaligus cara untuk mencegahnya.

Memang tidak enak kalau pencernaan sedang bermasalah, makan salah, tidak makan apalagi! Terkadang kita masih saja menyepelekan gangguan pencernaan. Minum obat yang dijual di pasaran nantinya juga sembuh, kok. Padahal ada beberapa obat yang justru dapat memperparah sakitnya. Malah kalau sudah semakin parah dan tidak segera ditangani, akhirnya bisa menyebabkan kematian.

gangguan pencernaan dan penyebab

Banyak sekali hal-hal yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan: baik itu saluran pencernaan bagian atas maupun bawah. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam, dari reaksi terhadap makanan tertentu, infeksi bakteri atau luka pada organ pencernaan.

Gangguan pencernaan bagian atas

Yang termasuk ke dalam saluran pencernaan bagian atas yaitu esofagus, lambung dan usus 12 jari. Ada beberapa penyakit yang sering merongrong organ pencernaan tersebut.

1. Maag (Dispepsia)

Kalau perut sering terasa kembung, rasa tidak enak di ulu hati (antara perut dan tulang dada bagian tengah), kehilangan nafsu makan, mual bahkan sampai muntah, bisa jadi hal itu merupakan tanda kita terkena sakit maag. Pemicunya bisa bermacam-macam, mulai dari makanan dan minuman yang merangsang, misalnya makanan yang pedas, minuman berakoh*l atau obat-obatan tertentu seperti pereda sakit kepala.

Makanan dan minuman yang merangsang tersebut bisa menghasilkan asam lambung. Dan perut akan terasa sakit bisa asam lambung yang dihasilkan berlebihan. Selain itu juga ditemukan bakteri helicobacter pylori yang merusak selaput lendir lambung atau usus 12 jari. Kuman inilah yang ikut andil menimbulkan sakit maag. Maag juga bisa disebabkan adanya kanker di lambung, walaupun kemungkinannya kecil sekali, yaitu hanya 1,2%.

Baca juga:   Waspadai 12 Jenis Sakit Perut Ini

Bila pemicunya hanya berupa makan atau minuman yang merangsang atau masalah psikis, misalnya banyak pikiran, sakit maag ini masih dapat dianggap ringan. Untuk menyembuhkannya, kita bisa meminum obat-obatan yang dijual bebas atau cukup dengan mencoba bersikap rileks. Tapi sebaiknya obat bebas ini tidak dikonsumsu dalam jangka yang panjang. Bila sakit terus berlanjut, lebih baik diperiksakan ke dokter.  Untuk mendiagnosa apakah kita menderita suatu gangguan pencernaan atau tidak, salah satu cara mendeteksi yaitu melalui endoskopi. Caranya yaitu dengan memasukkan teropong kecil dengan kamera ke dalam mulut dan terus ke lambung dan usus 12 jari.  Dengan cara inilah akan diketahui penyebab gangguan pencernaan kita, sehingga bisa cepat disembuhkan.

2. Radang usus buntu

Sebenarnya fungsi usus buntu atau apendiks ini belum jelas. Namun karena di sana terdapat banyak jaringan limfoidnya, maka diduga usus buntu ini bermanfaat untuk pertahanan tubuh dan mengusir bibit penyakit.

Biasanya gejala awalnya adalah sakit pada bagian atas tengah perut. Namun setelah beberapa jam, rasa sakitnya berkurang dan kemudian pindah ke perut bagian bawah kanan perut yang akhirnya membuat rasa sakitnya semakin parah setiap kita bergerak atau melakukan aktivitas tertentu. Gejala lain yang dapat menyertai radang usus buntu ini adalah timbulnya rasa mual. Kehilangan nafsu makan, muntah, sembelit dan juga demam.

Peradangan ini disebabkan karena ada sumbatan di rongga usus buntu, baik karena adanya pembesaran kelenjar getah bening, infeksi virus atau kuman penyakit. Jika kuman ini bersarang di usus buntu, maka usus buntu akan meradang, lalu terinfeksi sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Bila timbul peradangan, maka bisa timbul akut, dan harus segera diatasi dengan pembedahan. Bila tidak, maka usus buntu bisa pecah sehingga menimbulkan peradangan yang lebih luas lagi. Usus buntu bisa disembuhkan dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu atau apendiktomi.

Kalau selama ini banyak yang menyatakan biji jambu atau cabai bisa mengakibatkan usus buntu, nggak usah terburu-buru takut dulu, deh. Karena pernyataan itu sampai sekarang belum terbukti kebenarannya.

3. Perut kembung dan masuk angin

Adanya gas yang berlebihan dalam usus dapat diketahui melalui tiga cara: yaitu dengan sendawa, perut kembung dan buang angin (flatus). Perut kembung ini akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman, karena perut terasa sesak dan bunyi kerucuk pada usus.

Gejala perut kembung dapat timbul sebagai indikasi adanya penyakit disentri, diabetes, radang hati, tumor atau penyempitan saluran pencernaan. Perut kembung juga bisa muncul karena terjadinya pengosongan lambung yang terlambat atau karena mengonsumsi makanan yang sulit dicerna oleh cairan pencerna sehingga menimbulkan sisa yang bereaksi menghasilkan gas di dalam usus. Selain itu tertelannya udara ke saluran pencernaan, sering menelan air liur dan adanya pembusukan makanan di dalam saluran pencernaan juga dapat membuat perut menjadi kembung.

Baca juga:   Mengobati Sakit Perut Dengan Asam Jawa

Rasa sakit pada perut kembung ini akan hilang setelah udara di dalam perut keluar melalui sendawa  atau buang angin. Untuk  menghindarinya, langkah yang paling ampuh adalah dengan membatasi makanan yang menjadi pemicunya. Contohnya, jika kita sering buang angin setelah makan ubi, cobalah kurangi mengonsumsi ubi untuk sementara. Selain itu cobalah untuk makan secara perlahan-lahan supaya proses pencernaan makanan berjalan sempurna.

4. Pendarahan

Tingginya penderita hepatitis B dan varises di esofagus, menjadi salah satu penyebab keluhan pendarahan pada saluran pencernaan yang keluar melalui mulut atau anus. Varises ini timbul sebagai komplikasi dari penyakit hati yang kronis, sirosis hati atau luka pada tukak lambung. Selain itu dapat juga disebabkan karena adanya penyakit wasir atau ambeien.

Darah yang keluar melalui mulut biasanya berwarna hitam karena sudah bercampur dengan asam lambung, begitu juga dengan buang air besar darah. Pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan dengan segera bila kita menderita pendarahan, untuk mengetahui asal usul pendarahan tersebut.

Sebagai tindakan pertolongan pertama, usahakan agar darah jangan sampai masuk ke dalam saluran pernapasan karena bisa menimbulkan kematian yang tiba-tiba. Bila keadaan si penderita lemah dan kesadarannya menurun, kita bisa membaringkannya dengan posisi badan telungkup, dan posisi kelala harus lebih rendah dari perut, sehingga apabila muntah bisa langsung ke luar.

Ada dua cara untuk mencegah pendarahan karena varises, yaitu dengan pengikatan atau ligasi dan injeksi zat sklerotik ke varises tersebut, sehingga varises menjadi kaku. Akan tetapi bila penyebabnya adalah polip atau semacam tumor ada saluran pencernaan, maka harus dilakukan poliptektomi atau pengangkatan polip sehingga kemungkinan untuk pendarahan bisa ditekan sekecil mungkin.

Gangguan pencernaan bagian bawah

1. Sembelit

Apakah anda pernah mengalami betapa tersiksanya ketika tidak bisa buang air besar? Perut terasa penuh dan berat? Bagaimana tidak penuh, kalau pemasukan lebih banyak dari pengeluaran.  Penyebabnya biasanya karena penyumbatan di usus besar.

Penyumbatan terjadi karena kita kurang minum atau kurang banyak mengonsumsi serat. Penggunaan obat pencahar yang berlebihan pada akhirnya dapat juga menyebabkan terjadinya sembelit karena usus menjadi tidak aktif lagi. Oleh karena itu, jika kita sering mengalami kesulitan dalam buang air besar, lebih baik penggunaan obat pencuci perut dihentikan dan kita mulai menambahkan sayuran dan buah ke dalam menu harian. Hal ini akan dapat membantu memperlancar proses pembuangan. Pembentukan kotoran kita akan lebih baik dan merangsang saluran pencernaan kita untuk melepas kotoran tersebut.

Sering menunda buang air besar dapat menghilangkan refleks normal dari usus dan menimbulkan sembelit. Jadi sebaiknya kita biasakan untuk segera ke kamar kecil setiap kali kita merasakan ‘keperluan’ tersebut datang sehingga acara buang air besar akan kembali normal dalam beberapa minggu.

2. Diare

Tidaklah salah memang, kalau waktu kecil orang tua kita sering berpesan untuk tidak jajan sembarangan. Soalnya makanan ang dijual di pinggir-pinggir jalan memang tidak terjamin kebersihannya. Makanan yang kurang higienis seperti itulah yang bisa menyebabkan diare. Penyebab lainnya karena keracunan makanan, mengonsumsi makanan yang merangsang saluran pencernaan, stres, dan adanya benjolan atau polip pada usus.

Gangguan pencernaan ini terbagi menjadi dua, yaitu diare ringan dan berat. Disebut diare ringan apabila kotoran yang dikeluarkan sedikit-sedikit dan agak encer. Sedangkan disebut diare berat bila kotoran yang keluar banyak dan encer sekali seperti air. Diare berat ini bisa mengakibatkan hilangnya sebagian besar cairan dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi bila si penderita tidak segera ditolong.

Baca juga:  Waspada Gangguan Lambung Akibat Stres dan Pencegahannya

Untuk mengatasinya, kita bisa minum oralit sebanyak petunjuk yang tertera pada kemasannya sehingga cairan tubuh yang hilang saat terserang diare dapat segera tergantikan. Bila oralit kebetulan tidak tersedia saat diare menyerang, minumlah air yang diberi gula dan garam masing-masing satu sendok teh. Tapi bila diare berlangsung terus-menerus atau sering kambh, segera periksakan ke dokter. Bisa jadi gangguan itu merupakan indikasi penyakit serius, seperti kanker usus besar.

Mencegah gangguan pencernaan

– Ingat pepatah bahwa mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu untuk mencegah gangguan-gangguan pencernaan yang timbul, kita sebaiknya mencoba menyeimbangkan pola hiup dan pola makan. Beberapa cara yang bisa dicoba diantaranya adalah:

– Biasakan makan secara teratur, misalnya tiga kali sehari. Bila anda menderita sakit maag, dianjurkan bagi anda untuk makan lebih sering dengan porsi kecil.

– Usahakan makan sesuai dengan jadwal dan tidak mendobel jumlah makanan yang anda makan apabila anda melewati satu jadwal makan. Selain akan membuat perut anda sakit karena kaget, pola makan yang tidak teratur seperti ini juga akan merusak total rencana diet anda.

– Cucilah tangan sebelum makan (seperti yang selalu dianjurkan orang tua kita waktu kecil).  Walaupun anda makan dengan menggunakan sendok dan garpu. Karena biasanya kalau makan daging kadang tanpa disadari kita menggunakan tangan untuk membantunya.

– Hindari atau batasi segala sesuatu yang bisa merangsang terjadinya gangguan pencernaan. Seperti mengisap rok*k, makanan asam atau pedas, minuman beralkoh*l atau bersoda. Apalagi bila minumnya menggunakan sedotan, karena gas dapat masuk ke dalam perut.

– Susu yang mengandung kalsium memang baik untuk kesehatan. Tapi pada beberapa orang, susu justru dapat memperparah sakit perut yang dideritanya, karena tidak dapat dicerna. Tingginya kalsium pada susu tinggi justru akan merangsang asam lambung yang akan menambah berat sakitnya.

– Perhatikan makanan anda! Bantulah perut anda dengan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti makanan yang mengandung banyak serat. Sebaliknya kurangi makanan gorengan atau berlemak karena organ pencernaan akan mengalami kesulitan dalam mencernanya.

– Sayuran memang baik untuk kesehatan. Tapi jika anda mempunyai masalah dengan gas pada saluran pencernaan, maka berhati-hatilah pada beberapa jenis sayuran, seperti brokoli, kol atau umbi-umbian.

– Olahraga sangat membantu memperlancar proses pencernaan. Bahkan dengan berjalan-jalan sebentar sesudah makan saja, akan membantu pencernaan dan membuat anda merasa lebih baik.

– Minum banyak air sebanyak delapan gelas per hari untuk memperlancar proses pencernaan.

Konsumsi serat

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya masalah saluran pencernaan adalah dengan mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan seratnya. Serat juga baik bagi orang yang sedang berdiet karena serat itu bersifat mengenyangkan dan berkalori rendah.

Serat bisa ditemukan pada roti gandum, beras merah, buah-buahan sayuran, dan kacang-kacangan. Khusus pada sayuran, akan lebih baik lagi mengonsumsi sayuran yang telah direbus, karena kandungan seratnya lebih tinggi. Bahkan menurut penelitian, pola makan yang kaya serat dapat menurunkan risiko berkembangnya kanker usus hingga 40%.

Kekurangan serat akan menyebabkan mengerasnya kotoran yang harus dikeluargak tubuh, sehingga otot-otot lambung dan usus dipaksa bekerja keras untuk mengeluarkannya. Inilah yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan seperti sembelit.

Namun ada beberapa gangguan pencernaan yang justru tidak dianjurkan untuk diatasi dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan sakitnya bertambah parah. Gangguan itu disebut Crohn’s. Penyakit ini memang banyak ditemukan di negara-negara Eropa dan Jepang. Penyakit Crohn’s ini tidak hanya menyerang satu organ pencernaan saja tetapi seluruhnya mulai dari mulut sampai anus. Gejalanya antara lain, perut terasa sakit dan kembung setelah makan, atau diare yang disertai dengan darah dan demam yang tinggi. Jadi lebih baik bila kita konsutasikan gangguan tersebut pada dokter.

Kesimpulan: menjaga kesehatan tubuh itu sangatlah penting, terlebih lagi pada alat pencernaan kita. Karena jika penyakit sudah menyerang organ pencernaan, maka kita akan dibuat susah dengan penyakit tersebut. Berbagai gangguan pencernaan dapat menyerang organ bagian atas, seperti: maag, usus buntu, perut kembung dan pendarahan. Bahkan dapat juga menyerang organ bagian bawah, seperti: sembelit dan diare. Oleh sebab itu benar kata pepatah bahwa mencegah itu memang lebih baik dari pada mengobati. Nah, anda dapat mengikuti tips untuk mencegah gangguan pencernaan diatas. Semoga artikel pada kali bermanfaat bagi kita untuk menambah pengetahuan tentang berbagai macam penyakit gangguan pencernaan dan juga cara untuk mencegahnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *