HIPERTENSI: Waspadai Penyebab dan Gejalanya

Apakan anda sering merasa sakit kepala, jantung berdebar, lesu atau sering emosional? hati-hati mungkin saja itu adalah tandanya hipertensi atau tekanan darah tinggi sedang mengintai anda. Memang banyak yang mengatakan jika penyakit ini hanya menyerang orang-orang tua saja. Namun ternyata sekarang makin banyak orang muda yang menderita penyakit hipertensi. Penyebabnya paling banyak karena pola hidup yang tidak sehat.

Berapa batas normalnya?

Sebetulnya ukuran normal atau setidaknya untuk tekanan darah seseorang tergantung dari proses sirkulasi darah yang berpengaruh pada fungsi organ-organ tubuh. Tekanan darah 140/90 mmHg, untuk orang dengan sirkulasi darah dan mekanisme organ tubuh yang baik, bisa dianggap normal. Begitu juga dengan sebaliknya. Walaupun ukuran darah kita 120/80 mm/Hg tetapi mekanisme di dalam organ-organ tubuh kita tidak baik, maka hal ini masih belum bisa dianggap normal.

HIPERTENSI Waspadai Penyebab dan Gejalanya

Jadi ukuran normal seseorang belum tentu normal juga untuk ukran orang lain. Namun umumnya tekanan darah orang dewasa itu dikatakan normal bila angka sistolik-nya dibawah kisaran angka 140 mm/Hg dan angka diastoliknya berada dibawah kisaran angka 90 mm/hg arau 140/90 mm/hg. Segeralah ke dokter jika ukuran tekanan darah kita sudah diatas angka normal, apalagi sudah mencapai angka 160/100 mm/Hg.

Meskipun tekanan darah 140/90 mmHg termasuk normal, tetapi apabila anda mengidap penyakit yang lain, seperti diabetes dan ginjal. mempunyai kolesterol tinggi, maka ukuran tersebut tidak bisa dianggap normal.

Tekanan darah yang tiba-tiba tinggi, bisa mengakibatkan pembuluh darah pecah dan akhirnya pembuluh darah pecah dan akhirnya menyebabkan pendarahan di mata atau stroke. Harus diwaspadai juga kalau kita mempunyai tekanan darah yang stabil tetapi cenderung tinggi, meskipun kita merasa sehat-sehat saja. Bila keadaan ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka bisa menimbulkan penebalam pembuluh darah atau biasa disebut dengan arteriosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Hal ini bisa menyebabkan penyakit jantung koroner atau gangguan ginjal.

Hipertensi – The Silent Killer

Seperti yang sudah disebutkan diatas, banyak yang menganggap gejala hipertensi antara lain si penderita sering marah-marah dan sakit kepala. Memang sakit kepala merupakan gejala yang sering timbul, terutama sakit kepala bagian belakang. Tapi bukan berarti semua orang yang terkena hipertensi harus mengalami sakit kepala terlebih dahulu. Banyak gejala-gejalanya, namun memang ada yang tidak didahului dengan gejala, tahu-tahu sudah mengalami stroke atau didiagnosa mengidap penyakit jantung. Penyebab adalah karena tubuh beradaptasi pada tekanan darah yang secara perlahan namun semakin meninggi. Tanpa disadari kerusakan-pun terjadi secara bertahap mulai dari kerusakan pembuluh dinding pembuluh darah pada jantung, otak, sampai dengan kerusakan pada ginjal. Maka dari itu Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai The Silent Killer.

Bahkan menurut penelitian hampir 95% penderita mengalami hipertensi primer dan 5% lainnya menderita hipertensi sekunder. Dulu para ahli tidak menemukan penyebab dari hipertensi primer, ternyata banyak sekali, walaupun tidak diketahui secara pasti. Umumnya karena faktor keturunan, stress, obesitas, dan asupan garam yang terlalu berlebihan. Namun faktor ini lebih sering diabaikan, karena tiba-tiba kita sakit dan didiagnosis menderita hipertensi.

Sementara hipertensi sekunder lebih mudah dideteksi. Biasanya,  disebabkan oleh gangguan atau sakit pada organ-organ tubuh, seperti ginjal atau jantung. Orang yang menderita hipertensi jenis ini biasanya masih memiliki harapan untuk sembuh. Tidak seperti hipertebsi primer. Walaupun tekanan darahnya sudah kembali normal, namun bila mekanisme organ tubuhnya masih mengalami gangguan, maka si penderita harus meminum obat untuk seumur hidupnya.

Untuk itu kita harus mewaspadai, terutama bila mempunyai riwayat hipertensi. Meskipun untuk diagnosis yang lebih pasti, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Cara yang paling mudah adalah dengan mengukur tekanan darah secara rutin. Untuk mengukur tekanan darah, kita harus dalam keadaan santai dan tenang. Bila ukuran tekanan darah kita masih normal, lakukan kembali pengukuran tekanan darah seminggu kemudian. Namun bila ukuran tekanan darah diatas normal, segera periksakan kepada dokter.

Source: https://pixabay.com

Source: https://pixabay.com

Mitos-mitos seputar hipertensi

– Pria mempunyai potensi lebih besar terkena hipertensi

Ternyata tidak juga, namun wanita memang mempunyai hormon esterogen yang diakui bisa mencegah terjadinya hipertensi, sehingga resiko perempuan terkena hipertensi lebih kecil. Jadi kalau pria mempunyai resiko terkena hipertensi pada usia 50 tahun, sedangkan jika wanita baru 60 tahun.

– Marah atau emosi tinggi bisa menyebabkan hipertensi.

Memang hal ini sering terjadi dan menjadi pemicu hipertensi, karena emosi yang tinggi ini menyebabkan pembuluh-pembuluh darah menegang dan tekanan darah pun menjadi naik.

– Pagi hari saat yang kritis

Benar. Tekanan darah waktu tidur dan bangun tidur itu berbeda sekali. Waktu tidur tekanan darah menurun dan pagi hari hormon dan tekanan darah akan meningkat. Bila sudah terkena hipertensi, satu-satunya cara dengan menormalkan tekanan darah, misalnya dengan minum obat. Mintalah ke dokter obat yang dapat bekerja untuk 24 jam.

– Tidak boleh makan daging

Ternyata tidak juga. Daging memang mengandung lemak yang cukup tinggi yang dapat mengganggu proses penyembuhan hipertensi. Tetapi jika daging tersebut dimakan tanpa lemak, dalam jumlah yang terbatas dan tidak menggunakan banyak bumbu penyerta lainnya, seperti garam, maka tidak terlalu bermasalah.

Kesimpulan: Hipertensi atau penyakit darah tinggi  memang bisa membahayakan jika kita tidak mengetahui gejala dan penyebabnya. Bahkan yang berbahaya jika penyakit ini menyerang secara tiba-tiba, seperti stroke mendadak. Oleh karena itu mengetahui tekanan darah secara rutin adalah cara yang paling baik. Jika tiba-tiba tekanan darah meninggi segera konsultasikan kepada dokter.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *