Imunisasi – Upaya Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara efektif terhadap suatu penyakit. Dengan kekebalan yang dimilikinya, diharapkan derajat kesehatannya akan meningkat. Tidaklah heran jika imunisasi diberikan sejak usia dini.

Mempunyai kesehatan yang maksimal tentunya hal yang diinginkan semua orang.  salah satu upaya mencapainya melalui pemberian imunisasi.  sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 42 tahun 2013 yang mengatur tentang penyelenggaraan imunisasi, hal ini sebagai usaha dalam meningkatkan kekebalan seseorang dari suatu penyakit, agar seseorang tersebut tidak terkena suatu penyakit atau dapat meringankan derajat penyakit yang dideritanya.

Pentingnya Imunisasi

Pada hakikatnya nya kekebalan atau imunisasi tubuh dapat dimiliki secara pasif ataupun aktif. Keduanya ternyata dapat diperoleh secara alami maupun secara buatan. Nah, imunisasi atau yang lazim juga disebut dengan vaksinasi merupakan suatu cara untuk mewujudkan kekebalan tubuh yang lebih spesifik.

Tujuan dari imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang, dan di dalam lingkup yang lebih luas yaitu dapat menghilangkan suatu penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi), bahkan dapat menghilangkan penyakit tertentu di dunia seperti pada imunisasi cacar.

Imunisasi dan anak berkualitas

Setiap orang tua pasti ingin mempunyai anak yang berkualitas, baik secara intelektual maupun secara spiritual, tumbuh sebagai anak yang cerdas, sehat, berkarakter maupun berperilaku yang baik.

Nah, semua itu tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, misalnya faktor potensi genetik dan juga faktor lingkungan yang akan membentuk nya.

Faktor potensi genetik yang terbentuk secara alami sejak pembuahan sel sp⊄rma dan sel telur dari ayah dan ibunya, yang nantinya akan membawakan gen kedua orang tuanya dan kemudian akan tumbuh dan berkembang dalam rahim ibu, dipengaruhi oleh lingkungan kesehatan ibunya.  Jadi kualitas anak bukan sesuatu yang melekat secara alami pada diri seorang anak, meskipun mempunyai potensi genetik yang unggul, kalau dia diasah sedemikian rupa atau diarahkan, serta dilindungi dari hal-hal yang menghambat dan merugikan perkembangan serta pertumbuhannya.

Faktor yang ikut membentuk kualitas anak adalah lingkungan, yang meliputi lingkungan kesehatan, lingkungan pendidikan, lingkungan sosial dan juga spiritual di dalam keluarga maupun di dalam pergaulan, termasuk didalamnya gaya hidup. Setiap anak tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan di dalam dirinya yang ditentukan oleh potensi genetik dan juga pengaruh lingkungan yang ikut membentuknya.

Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting sebagai bekal untuk tumbuh kembang yang optimal. Sejak di dalam kandungan maka perlu dijaga kesehatan ibu. Konseling sebelum menikah dan juga mendeteksi penyakit yang mungkin bisa diturunkan agar bisa diantisipasi bila memungkinkan,  bila sudah hamil pantau perkembangan janinnya,  imunisasi untuk ibu hamil dan juga nutrisi yang cukup pada ibunya.

Nah, untuk kesehatan, saat ini jaket yang bisa dicegah dengan cara imunisasi. Meskipun tidak semua penyakit ada imunisasinya. Oleh karena itu tubuh harus di jaga kesehatan secara umum, agar kekebalan alami dapat terbentuk. Nutrisi yang sehat akan menunjang terbentuknya kekebalan alami pada tubuh. Yang harus diwaspadai juga adalah terhadap cuaca yang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh fisik. Waspadai dengan penyakit musiman, terutama jenis penyakit yang menular.

Saat ini khusus imunisasi,  program imunisasi dilaksanakan secara global agar dunia bisa terbebas dari penyakit penyakit menular tertentu,  atau suatu saat penyakit tersebut bisa diberantas atau dibasmi sama sekali apabila semua anak di dunia ini kebal.  Anak-anak yang tidak ikut imunisasi atau tidak terbentuk ke dalam tubuh yang khusus untuk suatu penyakit, bisa menjadi sumber penularan di lingkungannya, bahkan dapat menyebabkan suatu wabah di lingkungan Apabila anak tersebut terinfeksi.

Jadi anak yang berkualitas akan terbentuk atau dapat dibantu dibentuk melalui suatu proses tumbuh kembang, dengan modal potensi genetik dari kedua orangtuanya sejak mulai dari pembuahan, kemudian juga melalui proses tumbuh kembang baik di dalam kandungan ketika ataupun sesudah lahir, ipengaruhi oleh lingkungan kesehatan,  nutrisi, pendidikan baik itu formal maupun nonformal, lingkungan keluarga atau pergaulan dan juga pengaruh gaya hidup.

Pemberian imunisasi pada anak biasa dilakukan dengan cara imunisasi yang aktif, karena imunisasi aktif ini akan memberikan sesuatu kekebalan yang lebih lama pada anak tersebut. Secara alamiah imunisasi aktif mungkin terjadi, sehingga tanpa disadari sebenarnya tubuh si anak telah menjadi kebal. Keadaan yang demikian ini pada umumnya hanya terjadi pada penyakit tertentu yang termasuk golongan ringan, tetapi jarang sekali pada penyakit yang berat.

Lagi pula bahwa jaminan imunisasi terhadap terhindarnya anak dari suatu penyakit tidaklah mutlak 100%. Dengan demikian mungkin saja seorang anak terserang penyakit Difteri meskipun telah mendapat imunisasi Difteri.

Akan tetapi penyakit Difteri yang diderita oleh anak yang telah mendapat imunisasi akan berlangsung sangat ringan dan tidak membahayakan jiwanya.

Perlu diingat selain imunisasi wajib, Program Pengembangan Imunisasi atau disingkat PPI harus menjadi perhatian dan juga kewajiban orang tuanya adalah memberi kesempatan kepada anaknya untuk mendapatkan imunisasi secara lengkap.  Adapun diantaranya imunisasi yang dianjurkan, seperti campak, gondong, rubella, UiB (Haemophilus Influenzae tipe B), demam tiroid, Hepatitis A, varisela, influenza, pneomokokus, HPV (Human Papiloma Virus).

Orang dewasa juga perlu imunisasi

Bagaimana imunisasi untuk orang dewasa ? Banyak orang dewasa yang salah mengira bahwa imunisasi yang mereka dapatkan sejak kecil dahulu, akan memberikan proteksi untuk sepanjang hidupnya.  Hal ini memang benar untuk beberapa penyakit tertentu seperti polio.  Tetapi banyak juga penyakit yang imunisasinya harus diulang secara berkala untuk mempertahankan kekebalan atau email imunitas tubuh terhadap suatu penyakit tersebut.  Kemudian ada pula penyakit yang vaksinasi nya memang belum ada saat mereka kecil dulu.  Malahan ada vaksin yang memang diperuntukkan untuk orang dewasa,  karena untuk penyakit tertentu justru memiliki resiko tinggi pada usia dewasa.

Bahkan di negara maju seperti halnya Amerika Serikat, yang kesadaran masyarakatnya sudah cukup tinggi masih saja menghabiskan lebih dari 10 miliar dolar setiap tahunnya untuk mengatasi dan mengobati penyakit yang sebenarnya sudah ada vaksinnya.  Kita dapat membayangkan bagaimana halnya dengan Indonesia. Sekarang paradigmanya adalah preventif atau pencegahan. Maka imunisasi untuk dewasa mempunya porsi yang besar dalam paradigma baru tersebut. Ternyata baik laki-laki maupun perempuan dewasa juga memerlukan imunisasi. Jenis imunisasi yang dibutuhkan bisa berbeda-beda setiap orangnya sesuai kebutuhan, usia, jenis pekerjaan, dan,  faktor risiko dan keadaan khusus yang dimilikinya.

Untuk jenis vaksin yang diberikan, memang ada beberapa jenis vaksin yang sama dengan yang dibutuhkan anak-anak seperti halnya dengan influenza, Hepatitis A dan B, MMR, varicella.  Namun ada beberapa yang hanya diberikan pada saat dewasa dan pada keadaan khusus seperti pada orang Lanjut Usia, tenaga medis, kehamilan, wisatawan, penyaji makanan, dan jamaah haji.

Pemberian vaksin ini diperlukan untuk mencegah penyakit.  Tercatat, penyakit influenza menyebabkan kematian sekitar 36.000 kasus kematian dan juga 200.000 kasus rawat inap di negara Amerika Serikat setiap tahunnya,  penyakit akibat pneumokokus atau infeksi paru-paru menyumbang sekitar 4.500 kematian.  Human papilloma virus atau virus HPV menyebabkan kematian sekitar 70% kanker serviks atau kanker leher rahim.

Setiap tahun terdapat 5.000 kematian akibat infeksi virus hepatitis B dan beserta komplikasinya. Sejumlah 20% pasien campak akan mengalami komplikasi akibat dari penyakit tersebut dan umumnya pada dewasa diatas usia 20 tahun. Sekitar 1 juta orang Amerika terinfeksi Virus Varicella atau cacar air setiap tahunnya.  Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa orang dewasa juga penting melakukan imunisasi karena efektif dan efisien di dalam pencegahan berbagai macam penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *