Kandungan Gizi Tempe dan Manfaatnya bagi kesehatan

Siapa sih yang tidak mengenal tempe? Bagi anda masyarakat Indonesia pasti mengenal makanan khas asli Indonesia yang terbuat dari biji kedelai ini. Tempe merupakan salah satu makanan tradisional dari sekian banyak makanan lain yang sekarang ini sudah mendunia atau istilahnya “go internasional” sebagai makanan sehat. Mengapa demikian? Karena tempe ( terutama yang berbahan kedelai, karena ada beberapa jenis tempe yang biasa dikonsumsi masyarakat) ini mengandung zat gizi yang sangat baik dan juga mudah diserap oleh tubuh, sehingga dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Selain memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, tempe termasuk jenis makanan fungsional. Artinya tempe dapat memberi manfaat tambahan disamping memberi manfaat zat gizi yang dimiliki. Nah, pada kesempatan kali ini griyabugar akan mencoba membagi informasi kepada anda semua tentang zat gizi yang ada pada tempe beserta manfaatnya bagi kesehatan.

Berikut ini adalah kandungan zat gisi beserta zat fungsional yang terdapat di dalam tempe, yaitu:

Protein: mungkin anda sudah mengetahui akan kandungan zat gizi ini sejak lama. Bahkan sejak dibangku sekolah dasar pun sudah diperkenalkan bahwa tempe mengandung protein yang sangat berguna untuk pertumbuhan yang optimal, menambah kecerdasan, dan juga dapat mencegah terhadap berbagai macam penyakit.

manfaat tempe bagi kesehatan

Kalsium: zat gizi ini sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan juga gigi.

Zeng atau zink: zat gizi yang terdapat di dalam tempe ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan, kecerdasan dan sebagai zat anti diare.

Isoflavon: zat ini sangat bermanfaat sebagai antioksidan, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, mencegah beberapa jenis kanker (kanker ovarium, payudαra, dan prostat), memperkuat sel darah merah, sebagai zat anti jamur, mungurangi rasa tidak nyaman bagi wanita yang menginjak masa menopause.

Asam lemak tak jenuh (PUFA): dapat meningkatkan kecerdasan, menurunkan kolesterol dan sekaligus sebagai zat antioksidan.

Serat: zat gizi ini berguna untuk mencegah kanker usus besar dan juga baik untuk menurunkan kolesterol.

Vitamin B kompleks dan enzim (amilase, lipase, protease, dan glikodase): dapat membantu memperlancar metabolisme tubuh.

Vitamin larut dalam lemak (provitamin A dan vitamin E): berfungsi sebagai zat antioksidan, dan melindungi sel.

Ergoseterol: zat di dalam tempe yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol

Disamping zat gisi yang telah anda baca di atas, ternyata tempe beserta olahan produk kedelai lainnya bermafaat bagi kesehatan. Beberapa manfaat tempe (terutama kedelai) bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

Baca juga:  7 Manfaat Oatmeal Yang Menakjubkan Bagi Kesehatan

Tempe kedelai untuk menurunkan kolesterol:

Dengan mengonsumsi tempe dan olahan produk kedelai lainnya setiap harinya, terutama bila dikonsumsi sejak masa anak-anak ternyata dapat menurunkan risiko kanker payudαra dan juga kanker prostat. Dengan mengonsumsi tempe yang terbuat dari kedelai (diolah dengan cara selain digoreng) sebanyak kurang lebih 200 gram setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan juga sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik. Bahkan negara Jepang pun sudah meneliti akan khasiat tempe ini  dan hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan makan tempe (kedelai) setiap hari ternyata dapat memperpanjang umur atau harapan untuk hidup. Begitu pun juga dengan negara Amerika Serikat melalui Asosiasi Ahli Gizi Amerika (ADA) yang turut mensosialisasikan kebiasaan mengonsomsi olahan kedelai minimal sebesar 1 porsi setiap hari sejak masa kanak-kanak.

Kedelai dan hipertensi:

Dengan mengonsumsi kedelai setiap hari secara teratur ternyata sangat baik untuk menurunkan risiko terkena stroke, tekanan darah, penyakit jantung koroner yang berujung pada kematian. Tetapi dianjurkan bagi kita untuk mengonsumsi makanan yang juga rendah lemak sebanyak minimal 25 gram protein kedelai setiap harinya. Bila diukur maka 25 gram kedelai atau sebanyak 2 ½ sendik makan setara dengan: tempe sebanyak 50 gram ( 2 potong ukuran sedang), atau pun tahu 100 gram (1 buah ukuran besar) dan juga susu kedelai sebanyak 250 ml atau setara 1 gelas.

Kedelai dan osteoporosis:

Kedelai kaya akan protein, isoflavon dan kalsium. Kandungan zat gizi yang terdapat pada kedelai ini bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang sampai dengan lebih dari 5%.

Baca juga:  10 Manfaat Stroberi Bagi Kesehatan

Memang sih masih banyak jenis tempe yang lain yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat, seperti tempe gembus, tempe menjes (olahan dari ampas tahu), tempe kacang hijau, tempe kacang merah, tempe kecipir, tempe lamtoro, tempe koro benguk. Kandungan tempe-tempe tersebut juga baik, tetapi sayangnya sampai saat ini belum banyak penelitian atau kandungan akan zat isoflavon pada tempe-tempe tersebut. Memang tempe dari kedelai yang lebih populer dan menjadi bahan andalan sebagai menu sehari-hari keluarga di Indonesia.

Kesimpulan: tempe sebagai makanan tradisional ini sangat digemari oleh masyarakat, disamping rasanya yang lezat hargamya juga cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Bahkan tempe yang disandingkan dengan nasi hangat sudah dapat menjadi lauk yang cukup mengenyangkan. Bahkan sekarang ini pamor tempe sudah melanglang buana hingga ke penjuru dunia. Lembaga-lembaga riset dunia bahkan ikut meneliti khasiat dan kandungan gizi di dalam makanan yang terbuat dari kedelai ini. Memang sih, banyak cara untuk mengolah tempe menjadi kuliner yang sangat lezat. Tetapi lebih bijak lagi jika kita dapat mengolah tempe dengan cara yang lebih sehat, seperti di rebus, dipepes yang rasanya tidak kalah lezat dengan digoreng. Mari kita kenalkan tempe sejak dini kepada anak-anak kita mengingat begitu besar manfaat tempe bagi kesehatan disamping produk olahan kedelai yang lain seperti tahu dan susu kedelai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *