Lebih Sehat Saat Puasa

Selain untuk ibadah, puasa di bulan Ramadhan disebut sebagai peluang istirahat bagi organ-organ pencernaan, relaksasi mental dan emosi, perubahan pada pola makan menjadi lebih seimbang dan ikut terkontrol, sampai dengan meningkatkan imunitas tubuh.

Berpuasa di bulan Ramadhan banyak membata cerita menarik dari berbagai macam orang yang menyatakan bahwa mereka menjadi lebih sehat setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Bahkan, berbagai keluhan tubuh seperti halnya sakit maag, nyeri pada perut, sampai mewujudkan kondisi kesehatan hingga menjadi lebih baik acapkali dinyatakan sebagai “hikmah” dari melaksanakan perintah agama ini.

Lebih Sehat Saat Puasa

Namun, mungkin timbul pertanyaan bagi kita, yaitu siapa saja yang boleh dan tidak boleh melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan? Jika hal ini dikaitkan dengan kondisi kesehatan, ada kewajiban melaksanakan ibadah puasa Ramadhan bagi orang yang sehat, namun juga untuk orang yang sakit terdapat rukhsah atau keringanan.

Hanya saja, ada dua unsur disini yang patut diperhitungkan. Yang pertama adalah kemampuan (berkaitan dengan kesehatan) dan yang kedua adalah adanya “kewajiban”. Berbicara tentang kemampuan, dalam hal ini adalah kualitas kesehatan – pun juga terbagi menjadi dua. Yaitu sehat secara fisik maupun sehat secara mental, atau dalam kondisi sakit. Sedangkan kondisi sakit pun memiliki dua kategori keluhan, yaitu keluhan yang dikarenakan gangguan fungsional (fungsional disorder) atau pun keluhan karena gangguan organik (organik disorder).

Fungsional dan Organik

Sakit karena gangguan fungsional pada umumnya dialami oleh seseorang yang mengalami keluhan, tetapi ketika ditelusuri ternyata tidak ditemukan kelainan yang ada di dalam tubuh. Misalnya, sakit perut berbulan-bulan, tetapi setelah diperiksa secara menyeluruh ternyata tidak ada apa-apa. Tidak ada luka, bahkan tumor da sebagainya, maka dapat dinyatakan sehat 100%. Keluhan seperti ini dapat dikatakan sebagai gangguan fungsional. Keluhan dirasakan tetapi tidak ada masalah yang terdeteksi secara fisik.

Baca juga:   Tips Sehat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

Sedangkan yang kedua adalah dalam kategori organik (organic disorder). Setelah melalui proses pemeriksaan secara seksama, keluhan jenis ini terbukti memiliki kelainan yang ada di dalam tubuh. Katakanlah ada radang usus, tukak lambung, kanker usus halus, dan lain sebagainya. Keluhan organik dinyatakan memiliki penyakit secara medis, misalnya menderita radang usus dengan keluhan sakit di perut, muntah, sering mual dan seterusnya.

GERD

Sebagian penelitian yang dilakukan mengenai puasa Ramadhan membuktikan bahwa puasa yang dilakukan oleh orang dewasa sehat tidak menimbulkan dampak yang membahayakan bagi kesehatan, termasuk diantaranya terhadap sistem pencernaan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa keluhan ringan pada sistem pencernaan yang dialami oleh yang sedang berpuasa, diantaranya rasa tidak nyaman pada ulu hati dan perut bagian atas, perut kembung, dan juga bersendawa.

Keluhan ini pada umumnya muncul seiring dengan meningkatnya asam lambung dan penurunan pH. Sebenarnya, keluhan ini hanya bersifat sementara saja (biasanya terjadi pada 1 pekan pertama saat berpuasa) dan dapat ditanggulangi dengan cara pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka. Kecuali bagi mereka yang memiliki riwayat akan penyakit GERD (Gastroesofageal Reflux Disease).

Baca juga:  6 Gangguan Pencernaan Di Bulan Puasa dan Cara Mengatasinya

GERD merupakan suatu kelainan yang memicu isi lambung naik ke atas. Suatu kondisi yang biasanya sering terlihat pada bayi, atau disebut Gumoh. Kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa, walaupun tidak sampai keluar, tetapi sempat juga naik ke atas. Peristiwa naiknya asam lambung, pepsin atau yang lainnya (refluks) ini sebenarnya memiliki substansi tajam yang bisa berakibat melukai atau mengiritasi esophagus dan menimbulkan sensasi berupa nyeri pada ulu hati atau pun dada, perih, rasa seperti terbakar di dada. Kalau yang naik itu berupa gas, biasanya akan keluar dalam bentuk sendawa (cegukan). Kalau gas dengan cairan disebut refluks dengan sensasi adanya kesakitan.

Refluks biasanya terjadi berkaitan dengan adanya aktivitas makan. Nah, pada saat lambung terisi makanan, terutama jika makan berlebihan akan memicu timbulnya GERD. GERD termasuk gangguan organik, yaitu gangguan lambung yang berdampak pada esophagus. Situasi ini kerap timbul saat berbuka puasa. “Itulah sebabnya, kepada penderita GERD sangat disarankan untuk melaksanakan puasa, dimana lambung akan kosong dan terasa lebih nyaman di siang hari. Namun, juga harus selalu diingatkan agar berhati-hati disaat berbuka. Sebaiknya jangan langsung dihantam dengan makanan yang berlebihan. Saat berbuka puasa, akan lebih bijaksana jika dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit, sehingga tidak memicu terjadinya GERD.

Tidak berlebihan

Pasti, bahwa timbulnya gangguan pencernaan umumnya terjadi karena konsumsi makanan secara berlebihan.  Tidak heran di luar bulan puasa pun manusia sangat dianjurkan untuk makan secukupnya, apalagi disaat bulan Ramadhan atau ketika berpuasa.

Baca juga:  Diet Yang Tepat Saat Puasa

Perhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi, karena ada beberapa jenis makanan yang mempunyai potensi untuk memicu timbulnya gas. Untuk mereka yang sehat dan tidak ada keluhan, mungkin masih memiliki kebebasan. Tetapi bagi orang yang memiliki riwayat keluhan pencernaan, apakah keluhan berupa rasa kembung, mual, nyeri ulu hati dan yang lain sebaiknya pandai-pandai dalam mengatur pilihan menu sehingga tidak memicu timbulnya gas dan juga tidak merangsang lambung.

Saat ini banyak sekali panduan cara berbuka yang aman dan pastinya menyehatkan dengan menyesuaikan kegiatan atau step-step ibadah di waktu malam hari, mulai dari saat berbuka, setelah salat magrib, tarawih, hingga menjelang dan setelah sahur. Jika kita mampu menjalankan sesuai dengan amanah, dengan cara yang aman dan sehat, maka Insyaallah puasa yang kita jalankan akan membawa kebaikan dan manfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *