Manfaat Puasa Terhadap Jantung dan Hipertensi

Saat melaksanakan ibadah puasa terjadi peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) yang biasa dikenal sebagai kolesterol baik dan penurunan LDL (Low Density Lipoprotein) yang umumnya dikenal sebagai kolesterol jahat. Tahukah anda jika dengan berpuasa dapat membawa manfaat positif bagi kesehatan, khususnya kesehatan jantung dan juga pembuluh darah.

Dunia medis mengenal berbagai jenis penyakit dari kelainan kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi atau hipertensi, penyakit jantung karena hipertensi (Hipertensia Heart Disease), gangguan ritme jantung (aritmia), kelainan jantung bawaan dan beberapa kelainan jantung yang lain. Penyakit jantung koroner sering dibicarakan oleh banyak orang karena sebagai penyebab kematian yang tinggi di dunia.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan jantung dan Hipertensi

Penyakit jantung koroner umumnya disebabkan oleh karena dislipidemia (gangguan kolesterol) karena smalldence LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dan rendahnya HDL atau kolesterol baik.

Untuk menanggulangi penyakit jantung koroner, memang tidak ada cara yang lebih baik selain melakukan pencegahan secara dini. Salah satu pencegahan tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat seperti memperbanyak makanan yang berserat dan juga sayur-sayuran, serta tidak mengkonsumsi makanan yang berlemak secara berlebihan dan mengandung kolesterol tinggi yang bisa memicu meningkatnya LDL. Upaya pencegahan ini akan semakin baik jika dilengkapi juga dengan berolahraga secara teratur dan terukur, serta tidak merokok.

Baca juga:  Deteksi Dini Gejala Penyakit Jantung

Jantung koroner bisa terjadi karena adanya faktor risiko seperti umur, jenis kelamin, bakat, dan gaya hidup. Faktor seperti bakat bawaan, jenis kelamin dan usia tentu tidak bisa diubah. Tetapi jantung koroner yang terjadi dikarenakan faktor gaya hidup tentunya bisa diubah atau diperbaiki. Misalnya, menerapkan gaya hidup dengan pola makan yang sehat, mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah. Jika kegemukan diusahakan untuk mengurangi berat badan. Diupayakan untuk menghindari/mengontrol stres serta tidak merokok.

Semua perilaku dalam menekan faktor risiko dan sangat mendukung kualitas kesehatan ini juga bisa dipengaruhi atau diperoleh dengan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Dengan kata lain, semua hal-hal yang berhubungan dengan faktor risiko bisa lebih terkontrol.

Manfaat puasa bagi kesehatan jantung

Pada saat puasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan penurunan LDL, sehingga sangat bermanfaat pada kesehatan tubuh, khususnya bagi kesehatan jantung dan juga pembuluh darah.

Nah, fenomena tersebut terlihat memang pada saat orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, dimana profil lemaknya bergerak kearah yang lebih baik, yaitu LDL turun dan HDL naik, dengan disertai peningkatan kadar protein. Selain itu, situasi ibadah yang membuat lebih intens di dalam peningkatan diri terhadap Tuhan. Hal ini akan berdampak pada pikiran yang akan menjadi lebih tenang dengan emosi yang bisa dikendalikan. Bahkan yang sebaiknya anda tahu adalah hal-hal yang berkaitan dengan lonjakan tekanan darah akan lebih terkontrol, termasuk berat badan akan bergerak ke arah yang lebih bagus.

Baca juga:   4 Cara Ampuh Untuk Mengatasi Hipertensi

Sudah pasti, ibadah puasa Ramadhan merupakan suatu kegiatan yang wajib bagi umat Islam yang mampu untuk melakukannya, baik itu mereka yang sehat secara fisik maupun bagi mereka yang memiliki penyakit tetapi masih dalam batas-batas tertentu. Namun tidak selalu bisa dipaksakan untuk orang atau pasien dengan penyakit tertentu. Sebut saja pasien yang memiliki gangguan jantung dan juga mengalami sesak napas karena fungsi pompanya yang tidak bagus, sehingga mempunyai kewajiban untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengurangi sesak napasnya itu. Bahkan pasien dengan kondisi gagal jantung biasanya juga tidak mampu melaksanakan ibadah puasa.

Bagitu pula dengan pasien yang punya kewajiban mengonsumsi obat untuk mengurangi volume cairan di dalam tubuh. Pasien dengan kondisi seperti ini memerlukan perhatian ketika melaksanakan puasa. Diperlukan juga kajian medis dari dokter yang merawat, misalnya jika pernah mengalami gagal jantung, apakah sudah terkontrol dengan baik. Jika penilaian dokter relatif baik, maka ia tergolong orang yang mampu melaksanakan ibadah puasa.

Ternyata puasa juga dapat membawa pengaruh positif terhadap gula darah dan ginjal. Hanya memang, pada pasien dengan kondisi yang sudah lanjut, dibutuhkan penilaian seksama dari sisi medis jika si pasien ingin memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan ibadah puasa. Terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut, dimana rangsangan hausnya sudah berkurang, sehingga sering mengalami situasi tubuh yaitu kekurangan cairan yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *