Ramuan Herbal Untuk Menurunkan Hipertensi

Dulu hipertensi dikenal sebagai penyakit orang-orang tua, tapi belakangan ini banyak juga anak muda yang menderita penyakit ini. Hipertensi dapat terjadi karena naiknya tekanan darah dalam waktu yang cukup lama. Bahkan untuk beberapa kasus hipertensi tanpa didahului dengan gejala tertentu, penderita merasa sehat-sehat saja. Tanpa disadari dan diduga, stroke dapat menyerang secara tiba-tiba. Karena hipertensi atau yang lebih dikenal dengan nama tekanan darah tinggi ini adalah salah satu faktor pemicu serangan jantung, aneurisma arterial, gagal jantung, dan stroke.

Hipertensi dapat terjadi karena kelebihan berat badan atau obesitas, pola makan yang buruk, stres, sering minum minuman berakohol, kelebihan garam di dalam makanan, dan kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah. Dengan tanda dan gejala awal seperti sakit kepala, pusing, pendarahan hidung, mudah lelah, wajah terlihat kemerahan.

Source: https://pixabay.com

Source: https://pixabay.com

Untuk itulah dibutuhkan pengecekan tekanan darah secara rutin, jika pada saat darah di cek terdapat kenaikan tekanan darah maka harus segera dikonsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Waspadai jika saat pengecekan darah mencapai 160/90 mmHg atau sudah diatas angka normal. Sebenarnya penyakit tekanan darah tinggi dapat dikurangi dengan menjalani pola hidup sehat. Tekanan darah bisa diturunkan juga dengan menggunakan cara-cara tradisional, salah satunya dengan ramuan herbal. Namun sebaiknya konsultasikan dahulu kepada dokter sebelum mencobanya. Ternyata sayur dan buah yang sering kita jumpai bahkan sering berada di dapur sangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi .Berikut ramuan herbal yang berasal dari bahan alami untuk menurunkan hipertensi.

1. Bawang Putih dan Seledri

Bawang putih mengandung zat allicin yang diduga dapat memperlambat proses terbentuknya kolesterol dan mencegah pengerasan pembuluh darah. Dengan demikian pembuluh darah tetap lentur dan tekanan darah tidak naik. Dari penelitian juga diketahui bahwa bawang putih ini mempunyai sifat mencegah penggumpalan darah dan mencegah terbentuknya pengerasan dinding pembuluh darah.

Karena sifat-sifatnya tadi, bawang putih ini diduga lebih cenderung dapat mencegah terjadinya tekanan darah tinggi ketimbang mengobatinya. Tapi jangan lupa untuk melakukan pengontrolan tekanan darah guna mencegah terjadinya hipotensi alias tekanan darah rendah.

Seledri, baik daun maupun batangnya yang biasa ditambahkan saat membuat sayur sop atau bakso ini, sudah sejak lama diakui mampu menurunkan tekanan darah. Dari suatu hasil penelitian dibuktikan, sari seledri memang dapat menurunkan  tekanan darah sedangkan air rebusan seledri dapat menurunkan kadar kolesterol.

Caranya blender dua siung bawang putih dan sepuluh lembar daun seledri. Setelah itu diseduh dengan air panas sebanyak setengah gelas. Tutup rapat. Kalau airnya sudah dingin, peras dan saring. Begitu jadi ramuan ini harus segera diminum. Minumlah air saringan ini dua kali sehari setengah gelas. Minum tiga hari berturut-turut, kemudian kontrol tekanan darah anda. Apabila sudah normal cukup diminum satu hari sekali, tapi jangan dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu yang lama, karena tekanan darah bisa turun secara drastis sehingga badan menjadi lemas.

2. Belimbing

Belimbing yang sudah masak mempunyai kandungan air yang tinggi dan mengandung vitamin C, selain itu kandungan kalorinya jauh lebih kecil, sehingga dianggap berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Karena mengandung kadar serat tinggi, belimbing wuluh (belimbing sayur) dan belimbing manis mampu mencegah penyerapan lemak dan menurunkan kadar kolesterol dan mencegah tekanan darah tinggi darah tinggi.

Untuk pencegahan, sebaiknya mengonsumsi belimbing secara rutin. Setiap hari makanlah belimbing manis yang sudah matang dua buah, sehabis makan pagi dan sore. Bila gejala hipertensi muncul dapat diobati dengan rebusan daung belimbing segar. Sediakan belimbing manis atau belimbing wuluh sebanyak 30 gram. Rebus dengan air secukupnya sampai berwarna kecokelatan atau diseduh seperti dikala minum teh.

3. Mentimun

Sama dengan buah belimbing, mentimun juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Caranya, kupas dan parut dua mentimun dan tiga siung bawang putih. Kemudian campurkan dengan setengah gelas air dingin, lalu peras dan saring. Minumlah selama tiga hari berturut-turut. Apabila tekanan darah sudah normal, bisa dihentikan meminum ramuan ini. Namun bila tekanan darah masih tinggi, sebaiknya dilanjutkan sampai seminggu.

4. Jeruk

Menurut penelitian, vitamin C dapat membantu proses pelebaran pembuluh darah. Hal ini tentu saja bisa mengurangi resiko terserang penyakit tekanan darah tinggi. Salah satu sumber vitamin C adalah jeruk. Kita bisa mengonsumsinya secara langsung atau dengan cara dijus. Ini adalah salah satu resep atau cara termudah untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Kesimpulan: Hipertensi adalah salah satu jenis penyakit yang harus kita waspadai dan paling tidak dapat diketahui sejak dini sebelum akhirnya dapat memicu penyakit yang lain. Pencegahan dapat dilakukan dengan rutin melakukan pengecekan darah untuk mengetahui tekanan darah kita normal atau diatas angka normal. Jika diatas angka normal sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menurunkan tekanan darah tinggi dengan menggunakan ramuan herbal. Cara ini mungkin tidak secepat obat yang diresepkan dokter, tetapi terbukti lebih alami dan tanpa efek samping. Tetapi walaupun menggunakan ramuan herbal, tetap harus dilakukan pengecekan tekanan darah dengan bantuan dokter. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *