Waspada Penyakit Anemia

Anda mungkin sudah sering mendengar istilah anemia, bukan? Nah, anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak memiliki cukup akan sel darah merah yang sehat atau disebut sebagai “hemoglobin” untuk membawa oksigen yang cukup memadai ke seluruh jaringan tubuh. Ternyata banyak orang yang pernah mengalami anemia. Bahkan menurut data yang valid dari WHO tahun 2013, prevelensi akan anemia di seluruh dunia berkisar antara 40 – 80%.

Gejala – gejala anemia yang sering muncul pada umumnya adalah tubuh terasa letih, lemah, lelah, lesu dan lalai (5 L). Apabila anemia sudah sedemikian parah maka pada bagian wajah, seperti bibir, kelopak mata bagian dalam, kulit dan juga telapak tangan akan terlihat pucat. Hal ini yang menyebabkan kita akan merasa pusing, berkunang-kunang, sulit berkonsentrasi bahkan mudah mengantuk.

waspada penyakit anemia

Perbedaan anemia dan tekanan darah rendah

Dari namanya saja sudah terlihat jelas bahwa anemia dan tekanan darah merupakan dua hal yang cukup berbeda. Karena anemia berhubungan erat dengan kadar hemoglobin yang kurang memadai di bagian darah, sedangkan tekanan darah rendah lebih cenderung berhubungan dengan kerja jantung yang tidak kuat untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh.

Perbedaan lainnya yang cukup signifikan adalah untuk melihat apakah anda terserang anemia yaitu melalui pemeriksaan darah. Sedangkan tekanan darah dapat diketahui melalui alat ukur yang disebut tensimeter (biasanya dipasang pada lengan dengan alat pemompanya).

Yang terjadi pada tubuh jika mengalami anemia

Jika tubuh mengalami anemia maka akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen sehingga dapat memunculkan gejala 5 L seperti yang sudah disebutkan diatas dan juga gejala anemia yang lainnya.

Apa sih penyebab anemia itu?

Kebanyakan penyebab anemia di Indonesia ini adalah karena tubuh kekurangan asupan protein dan juga sumber zat besi, sumber vitamin B12 dan asam folat. Kurangnya asupan zat gizi ini akan menyebabkan tubuh menjadi kurus (berat badan turun) dan juga mudah sakit.

Nah, ternyata wanita lebih berisiko terkena anemia karena wanita membutuhkan kebutuhan zat gizi yang tinggi. Ini terjadi pada saat masa pubertas serta kekurangan zat besi di saat terjadi pendaraan saat menstruαsi.

Mengapa mencegah anemia itu sangat penting?

Karena jika kita sudah merasakan gejala 5 L, hal ini berarti kita sudah mengalami anemia yang kondisinya parah. Nah, kekurangan zat besi pada tahal awal memang seringkali tidak akan menimbulkan gejala yang bisa kita rasakan, padahal fungsi tubuh pada saat itu sudah terganggu. Oleh sebab itu jangan sampai timbul gejala anemia.

Baca juga: Manfaat Wajan Besi Untuk Memasak Bisa Turunkan Risiko Anemia

Ternyata anemia yang tidak dicegah dapat mengakibatkan beberapa hal seperti di bawah ini, yaitu:

– Akan menurunkan kemampuan akan berkonsentrasi dalam belajar.

– Daya tahan tubuh akan menurun.

– Dapat mengganggu kegiatan sehari-hari yang dikarenakan badan terasa lemah.

– Setelah menikah, ternyata anemia dapat meningkatkan resiko masalah kehamilan dan juga ketika melahirkan.

Cara tepat untuk mencegah anemia

Untuk mencegah anemia diantaranya adalah dengan memenuhi kebutuhan harian anda dengan cara mengkonsumsi makanan yang kaya akan sumber zat gizi, seperti daging, ikan, hati ayam dan makanlah buah-buahan yang cukup mengandung vitamin C, hal ini dikarenakan dapat membantu penyerapan zat besi.

Dengan mengonsumsi makanan hewani tidaklah akan membuat anda gemuk apabila tidak dikonsumsi secara berlebihan. Supaya tidak terjadi obesitas maka jagalah asupan akan kalori dan secara teratur melakulan aktifitas fisik untuk membakar kalori, seperti olahraga. Mengonsumsi tablet penambah darah yang dapat anda beli di apotek atau toko swalayan akan sangat membantu memenuhi kebutuhan akan zat gizi harian, selain mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Baca juga: Apakah Tekanan Darah Anda Rendah? Temukan Solusinya Disini

Cara untuk mengatasi anemia

Jika anda mengalami anemia maka yang dapat anda lakukan adalah dengan melakukan terapi dengan mengonsumi suplemen yang mengandung zat besi serta multivitamin, mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter, atau mendapatkan tranfusi darah. Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral untuk menunjang pembentukan hemoglobin (sel darah merah) sebagai pencegahan dan sekaligus terapi anemia. Diantara makanan tersebut adalah seperti:

1. Zat besi: terdapat pada kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran yang berwarna hijau gelap.

2. Vitamin B12: terdapat pada produk yang berasal dari susu, daging sapi, dan juga produk yang berasal dari kedelai.

3. Folat: terdapat pada buah-buahan, sayuran yang berwana hijau gelap, jus buah. Kacang kacangan dan makanan yang berasal dari gandum.

4. Vitamin C: terdapat pada brokoli, buah jeruk, melon, tomat dan stroberi.

Anemia ternyata juga dapat dicegah dengan cara membiasakan makan secara rutin 3 kali sehari dengan mengonsumsi bahan-bahan yang mengandung protein tinggi, zat besi dan asam folat seperti pada tahu, ikan, tempe, telur, daging, serta kacang-kacangan. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi buah dan sayur setiap harinya. Oleh karena itu, ayo kita cegah anemia mulai dari sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *